Langsung ke konten utama

KEBERSAMAAN KMK UNINDRA DENGAN MAHASISWA KATOLIK BARU MELALUI KEGIATAN SEHARI BERSAMA KELUARGA MAHASISWA KATOLIK UNINDRA


"Harmony in fellowship, rooted in the Catholic spirit"

 SBKMK KMK UNINDRA 2025

Unit Kegiatan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Indraprasta PGRI (UKM KMK UNINDRA) menggelar Sehari Bersama Keluarga Mahasiswa Katolik (SBKMK) UNINDRA untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru 2025/2026. UKM KMK UNINDRA baru saja melaksanakan kegiatan Sehari Bersama Keluarga Mahasiswa Katolik (SBKMK) pada Minggu, 21 Desember 2025. Acara ini bertempat di Wisma Sahabat Yesus, Depok dan dihadiri oleh 51 peserta dari angkatan 2025 dan ditambah tamu undangan. SBKMK merupakan salah satu program kerja tahunan dari Divisi Rekrutmen dan menjadi program kerja pertama yang baru dilaksanakan oleh KMK UNINDRA setelah dilaksanakannya pelantikan pengurus baru tahun 2025/2026 pada bulan November lalu. Tema “Harmony in fellowship, rooted in the Catholic spirit" dipilih sebagai landasan utama penyelenggaraan kegiatan SBKMK untuk menegaskan kembali makna persaudaraan dalam kehidupan berkomunitas. Di tengah dinamika perkuliahan yang sering kali menuntut mahasiswa untuk beradaptasi secara cepat, keberadaan komunitas yang solid seperti UKM KMK UNINDRA menjadi kebutuhan penting. Komunitas tidak hanya menyediakan ruang untuk bertumbuh secara intelektual, tetapi juga menjadi tempat untuk saling menopang, menguatkan, dan memperdalam kehidupan rohani.

Kegiatan SBKMK diawali dengan Misa Bersama yang dipimpin oleh Romo Rudianto. Perayaan Ekaristi ini menjadi landasan utama seluruh rangkaian kegiatan, sebagai wujud berjalan bersama Kristus, di mana Firman Tuhan menjadi pedoman dan terang bagi setiap langkah hidup umat Kristiani. Setelah Misa, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan acara, di mana seluruh panitia bersama-sama menata tempat serta menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. Proses persiapan ini mencerminkan semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan pelayanan dalam satu iman. Acara resmi dibuka melalui sesi pembukaan oleh pembawa acara sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan SBKMK, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Marselino Januar Sihaloho; Ketua KMK, Clara Tiurma Kresentia Simarmata; serta Delegasi Wakil Rektor I Bidang Akademik ,Andreas Ferdinand Purba. Sambutan-sambutan tersebut menjadi bentuk arahan, dukungan, dan motivasi rohani bagi seluruh peserta agar senantiasa mengarahkan hidupnya untuk terus berjalan bersama Kristus, baik dalam kehidupan perkuliahan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sambutan Ketua Pelaksana Sdr. Marselinus Januar Sihaloho
Sambutan Ketua KMK Sdri. Clara Tiurma Kresentia Simarmata
Sambutan Delegasi Wakil Rektor I Bidang Akademik & Kemahasiswaan Sdr. Andreas Ferdinand Purba

       

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, acara dilanjutkan dengan Doa Angelus dan makan siang bersama. Seluruh peserta bersama-sama mendaraskan Doa Angelus sebagai ungkapan iman dan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam setiap rangkaian kegiatan yang telah berlangsung. Momen ini mencerminkan semangat kebersamaan dan keharmonisan dalam persekutuan umat yang berakar pada nilai-nilai iman Katolik. Usai doa makan, seluruh peserta menikmati makan siang bersama sebagai wujud nyata persaudaraan dan kebersamaan dalam Kristus.

Sdri. Putriani Sinurat selaku pemimpin doa Angelus

     

Setelah itu, suasana kegiatan semakin hangat melalui sesi ice breaking berjudul Jangan Gigit Tangan Kawan. Kegiatan ini bertujuan untuk mencairkan suasana, membangun keakraban, serta mempererat kebersamaan antar peserta. Melalui permainan yang interaktif dan penuh kegembiraan, para peserta diajak untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, kerja sama, dan solidaritas dalam satu persekutuan umat.

Sesi Ice breaking Jangan Gigit Tangan Kawan 


Memasuki sesi berikutnya, peserta menerima Materi KMK bertema “Aku dan KMK” yang disampaikan oleh Sdr. Francesco Igor Gian Lawton Angielo. Materi ini bertujuan untuk memperkenalkan peran dan makna KMK sebagai wadah pembinaan iman, kebersamaan, serta pengembangan diri mahasiswa Katolik. Melalui pemaparan tersebut, peserta diajak untuk semakin mengenal KMK serta memahami pentingnya keterlibatan aktif dalam kehidupan berorganisasi dan persekutuan.

Sdr. Francesco Igor Gian Lawton Angielo, selaku Steering Committee


Guna menjaga semangat peserta, kegiatan kembali diwarnai dengan sesi ice breaking bertajuk “A Ram Sam Sam”. Melalui gerakan dan nyanyian yang ceria, sesi ini membantu mengembalikan energi peserta sekaligus mempererat kebersamaan. Suasana yang tercipta penuh sukacita dan kekompakan, mencerminkan keharmonisan dalam persekutuan. 

Sesi ice breaking A Ram Sam Sam


Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pembawaan Materi PMKAJ yang disampaikan oleh Romo Robertus Bambang Rudianto, SJ. Materi ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai PMKAJ sebagai bagian dari pembinaan iman dan persekutuan mahasiswa Katolik di tingkat keuskupan. Melalui pemaparan materi tersebut, para peserta diajak untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup menggereja, membangun relasi yang harmonis antar sesama, serta memperkuat semangat pelayanan yang dilandasi oleh nilai- nilai iman Katolik dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari.

Romo Robertus Bambang Rudianto, SJ, selaku koordinator PMKAJ-US


Sebagai tindak lanjut dari sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan dinamika kelompok yang dipandu oleh panitia. Peserta dibagi ke dalam delapan kelompok diskusi, diawali dengan perkenalan diri untuk membangun keakraban. Diskusi kemudian berlangsung dengan saling berbagi pandangan dan pengalaman mengenai peran serta keterlibatan dalam KMK. Setiap kelompok memaparkan hasil diskusi, sehingga tercipta ruang refleksi dan penguatan semangat kebersamaan.

Sesi Dinamika Kelompok


Pada sesi dokumentasi, seluruh peserta diarahkan oleh HPD untuk melakukan pengambilan dokumentasi kegiatan. Sesi ini bertujuan untuk mengabadikan setiap momen kebersamaan yang telah terjalin selama rangkaian acara berlangsung. Dokumentasi tersebut menjadi kenangan sekaligus bukti nyata kebersamaan dan persekutuan yang terbangun, sebagai refleksi hidup umat Katolik yang menjunjung tinggi semangat iman, persaudaraan, dan kebersamaan dalam satu komunitas.

Dokumentasi acara SBKMK

        

Sebagai penutup rangkaian acara, kegiatan memasuki sesi penutupan yang menjadi momen refleksi dan ungkapan syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Kami seluruh panitia dan pengurus menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, serta mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan antusiasme seluruh peserta.

Penampilan Tari dari panitia

       

 Akhir kata, segenap pengurus mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh Mahasiswa Katolik Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) angkatan 2025. Semoga kebersamaan, keharmonisan, dan semangat iman Katolik senantiasa terjalin dan bertumbuh dalam kehidupan persekutuan.



Penulis:  Ramlihot Marholong Sarumpaet  

Editor : Maria Blanditia Due 

     

                           

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUMPULAN LAGU MISA

        Tuhan Membuat Indah Rm. Markus Yumartana Ref. Tuhan membuat indah          pada waktunya;         Tuhan membuat indah          pada waktunya. (2x) Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk mati; Ada waktu’ tuk menabur, ada waktu ‘tuk menuai. Tuk segalanya ada waktunya, Tuk semuanya ada waktunya. Ref. Ada waktu ‘tuk tertawa, ada waktu ‘tuk menangis, Ada waktu ‘tuk bekerja, ada waktu ‘tuk berlibur. Tuk segalanya ada waktunya. Tuk semuanya ada waktunya. Ref. ======================================================================== Kasungu Ma (Repetitif; Lagu Dayak Manyan) Kasungu ma, Tuhan Atala Ari’ pamelum takam, takam, takam. (Kerinduanku pada Tuhan, Dia penopang hidup selamanya) =======================================================================   Hari-hari Kita Ref. Hari-hari kita sperti rumput         Ilalang,     ...

TATA GERAK LITURGI dalam Perayaan Ekaristi

Tanda Salib Tanda salib memiliki tiga makna, yaitu : Pertobatan atas dosa-dosa manusia Perlindungan dari Yang Jahat Mengingatkan kita akan janji baptis kita: menolak setan, mengakui iman dalam Kristus, dan kita dibaptis dalam misterTritunggal Kudus Dalam membuat tanda salib, kita mengucapkan “Dalam nama Bapa (jari menyentuh dahi), dan Putra (jarimenyentuh perut), dan Roh Kudus (jari menyentuh bahu ). Amin” Terdapat dua cara dalam membuat tanda salib. Pertama , dari atas kebawah, lalu dari kanan ke kiri. Dari atas ke bawah memiliki makna Kristus turun dari surga ke bumi, dan dari orang Yahudi (kanan) ia menyampaikannya ke orang-orang non Yahudi (kiri). Kedua , dari atas ke bawah, lalu dari kiri ke kanan.Dari kiri ke kanan berarti dari penderitaan kita menyeberang menuju kemuliaan, seperti Kristus yang menyeberang dari kematian menuju kehidupan, dan darineraka ke surga. Cara membuat tanda salib inilah yang digunakan umat katolik ritus latin. Kapan tanda ...

TATA PERAYAAN EKARISTI

Pembukaan Perarakan Pastor/Imam  Selebran  dan pelayan lainnya menuju altar diiringi lagu pembukaan atau antifon pembukaan, pada hari raya dilakukan pendupaan. Tanda salib Selebran  membuka perayaan Ekaristi dengan memimpin  Tanda Salib Salam pembukaan dan Pengantar Perayaan ekaristi diawali dengan salam "Tuhan sertamu" ( Dominus vobiscum ) dan dijawab umat dengan "Dan sertamu juga" ( Et cum spiritu tuo ). Rumusan lainnya juga dipergunakan pada hari raya, ataupun pada misa biasa. Pengantar digunakan untuk mengarahkan umat pada inti dan misteri perayaan. Doa Tobat dan pernyataan   Tuhan Kasihanilah Kami Dapat menggunakan rumusan umum  Doa Tobat  dilanjutkan dengan  Tuhan Kasihanilah Kami Dapat juga menggunakan rumusan pujian kepada Yesus dan memohon belas kasih-Nya yang dipadukan dengan  Tuhan Kasihanilah Kami Dapat juga menggunakan pemercikan air suci sebagai peringatan akan pembaptisan Diakhiri dengan seruan ...