Langsung ke konten utama

UKM KMK UNINDRA SUKSES MENYELENGGARAKAN KADERISASI KMK UNINDRA 2026

 

    Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) sukses menyelenggarakan kegiatan Kaderisasi Tahun 2026 yang dihadiri 22 peserta pada tanggal 5–7 Juni 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Lead With Faith, Serve With Love"ini merupakan salah satu program kerja tahunan yang bertujuan untuk membentuk kader-kader baru yang memiliki jiwa kepemimpinan, semangat pelayanan, serta nilai-nilai kekatolikan yang kuat dalam kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat.


   Kegiatan tahunan ini berjalan dengan lancar di bawah kepemimpinan Putriani Sinurat selaku Ketua Pelaksana, serta diikuti oleh peserta aktif dari berbagai program studi. Selama tiga hari dua malam, para peserta mengikuti serangkaian agenda yang telah dirancang secara sistematis untuk meningkatkan pemahaman mengenai keorganisasian, kepemimpinan, spiritualitas, serta peran penting mahasiswa Katolik di lingkungan kampus dan masyarakat.

   Kegiatan diawali dengan registrasi peserta di titik kumpul yang telah ditentukan oleh panitia. Setelah seluruh peserta hadir, kegiatan dibuka dengan pengarahan dan sambutan hangat dari perwakilan organisasi kemahasiswaan kampus, yang dihadiri oleh perwakilan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNINDRA. Dalam sambutannya, perwakilan DPM yakni Manuel Delphyno Meikdely dan perwakilan BEM Fajar Habel Putra Repasi menyampaikan apresiasi atas konsistensi KMK dalam meregenerasi roda organisasi. Mereka juga berpesan agar para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kaderisasi dengan komitmen tinggi, serta senantiasa menjaga sikap dan kedisiplinan selama kegiatan berlangsung. Setelah sesi pengarahan dan pelepasan selesai, peserta bersama panitia bersama-sama diberangkatkan menuju lokasi kegiatan.

    Setibanya di lokasi kaderisasi, seluruh peserta mengikuti Upacara Pembukaan yang menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pelaksana Putriani Sinurat menyampaikan bahwa kaderisasi tidak hanya menjadi sarana pengenalan organisasi, tetapi juga proses pembentukan karakter, tanggung jawab, serta kepemimpinan bagi anggota baru KMK UNINDRA. 



   Rangkaian kegiatan pada hari pertama dilanjutkan dengan sesi perkenalan antara peserta dan panitia guna membangun komunikasi serta menciptakan suasana akrab. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberi kesempatan untuk menentukan identitas masing-masing. Setelah itu, peserta bersama panitia menyepakati kontrak kegiatan sebagai pedoman selama kaderisasi berlangsung.

   Memasuki sesi inti, peserta mengikuti berbagai materi yang disampaikan oleh para pemateri. Kegiatan tersebut mencakup pengenalan organisasi, kepemimpinan, pengembangan karakter, serta topik lain yang berkaitan dengan kehidupan berorganisasi. Setiap sesi berlangsung secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan studi kasus sehingga peserta dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Untuk menjaga antusiasme, panitia juga menyisipkan kegiatan penyemangat di sela-sela kegiatan.

   Pada malam hari, seluruh peserta mengikuti ibadat malam sebagai bentuk refleksi dan pendalaman iman. Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan waktu istirahat yang telah diatur oleh panitia.

   Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan senam pagi dan sarapan bersama. Setelah itu, peserta kembali mengikuti sejumlah sesi yang membahas berbagai aspek kepemimpinan, komunikasi, analisis sosial, serta peran mahasiswa Katolik dalam menjawab tantangan zaman. Materi disampaikan melalui diskusi dan berbagi pengalaman sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas. 

   Pada siang hari, peserta mengikuti kegiatan outbound yang terdiri dari beberapa pos permainan. Setiap permainan dirancang untuk melatih kerja sama, komunikasi, kemampuan memecahkan masalah, serta kepemimpinan dalam kelompok. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk memahami pentingnya kekompakan dan tanggung jawab dalam mencapai tujuan bersama.


   Setelah outbound selesai, peserta kembali mengikuti rangkaian kegiatan malam yang diawali dengan evaluasi dan refleksi terhadap aktivitas yang telah dijalani sepanjang hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi materi malam sebelum peserta mengikuti rangkaian refleksi yang terinspirasi dari nilai-nilai kehidupan dan pengorbanan Yesus Kristus. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk memahami makna pelayanan, kesetiaan, spiritualitas, dan ketangguhan dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Katolik.


    Hari ketiga sekaligus hari terakhir kaderisasi diawali dengan persiapan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Robertus Bambang Rudianto SJ. Perayaan Ekaristi menjadi puncak kegiatan kaderisasi karena menjadi sarana bagi peserta untuk memperdalam kehidupan iman sekaligus mensyukuri seluruh proses yang telah dijalani selama kegiatan berlangsung.


   Setelah Perayaan Ekaristi, peserta melanjutkan kegiatan dengan sesi materi terakhir yang membahas kepemimpinan dan kemampuan berbicara di depan umum. Selain itu, peserta juga mengikuti berbagai dinamika kelompok yang bertujuan untuk melatih kerja sama, solidaritas, dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi tertentu.


    Menjelang berakhirnya kegiatan, peserta diarahkan untuk membentuk kepanitiaan Rancangan Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk keberlanjutan proses kaderisasi. Panitia juga membagikan angket evaluasi untuk mengetahui kesan dan masukan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai sesi tersebut. 
    Kaderisasi KMK UNINDRA 2026 secara resmi ditutup melalui Upacara Penutupan yang dipimpin oleh pendamping kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan baik. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, peserta dan panitia melakukan foto bersama setelah kembali ke Jakarta.

    Melalui Kaderisasi KMK UNINDRA 2026, diharapkan lahir kader-kader baru yang ma mpu menjadi pemimpin yang berlandaskan iman serta memiliki semangat pelayanan yang tinggi sesuai dengan tema kegiatan, "Lead With Faith, Serve With Love".



Penulis: Virginia Desimlina Karamoi 
Editor: Maria Blanditia Due 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUMPULAN LAGU MISA

        Tuhan Membuat Indah Rm. Markus Yumartana Ref. Tuhan membuat indah          pada waktunya;         Tuhan membuat indah          pada waktunya. (2x) Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk mati; Ada waktu’ tuk menabur, ada waktu ‘tuk menuai. Tuk segalanya ada waktunya, Tuk semuanya ada waktunya. Ref. Ada waktu ‘tuk tertawa, ada waktu ‘tuk menangis, Ada waktu ‘tuk bekerja, ada waktu ‘tuk berlibur. Tuk segalanya ada waktunya. Tuk semuanya ada waktunya. Ref. ======================================================================== Kasungu Ma (Repetitif; Lagu Dayak Manyan) Kasungu ma, Tuhan Atala Ari’ pamelum takam, takam, takam. (Kerinduanku pada Tuhan, Dia penopang hidup selamanya) =======================================================================   Hari-hari Kita Ref. Hari-hari kita sperti rumput         Ilalang,     ...

TATA GERAK LITURGI dalam Perayaan Ekaristi

Tanda Salib Tanda salib memiliki tiga makna, yaitu : Pertobatan atas dosa-dosa manusia Perlindungan dari Yang Jahat Mengingatkan kita akan janji baptis kita: menolak setan, mengakui iman dalam Kristus, dan kita dibaptis dalam misterTritunggal Kudus Dalam membuat tanda salib, kita mengucapkan “Dalam nama Bapa (jari menyentuh dahi), dan Putra (jarimenyentuh perut), dan Roh Kudus (jari menyentuh bahu ). Amin” Terdapat dua cara dalam membuat tanda salib. Pertama , dari atas kebawah, lalu dari kanan ke kiri. Dari atas ke bawah memiliki makna Kristus turun dari surga ke bumi, dan dari orang Yahudi (kanan) ia menyampaikannya ke orang-orang non Yahudi (kiri). Kedua , dari atas ke bawah, lalu dari kiri ke kanan.Dari kiri ke kanan berarti dari penderitaan kita menyeberang menuju kemuliaan, seperti Kristus yang menyeberang dari kematian menuju kehidupan, dan darineraka ke surga. Cara membuat tanda salib inilah yang digunakan umat katolik ritus latin. Kapan tanda ...

TATA PERAYAAN EKARISTI

Pembukaan Perarakan Pastor/Imam  Selebran  dan pelayan lainnya menuju altar diiringi lagu pembukaan atau antifon pembukaan, pada hari raya dilakukan pendupaan. Tanda salib Selebran  membuka perayaan Ekaristi dengan memimpin  Tanda Salib Salam pembukaan dan Pengantar Perayaan ekaristi diawali dengan salam "Tuhan sertamu" ( Dominus vobiscum ) dan dijawab umat dengan "Dan sertamu juga" ( Et cum spiritu tuo ). Rumusan lainnya juga dipergunakan pada hari raya, ataupun pada misa biasa. Pengantar digunakan untuk mengarahkan umat pada inti dan misteri perayaan. Doa Tobat dan pernyataan   Tuhan Kasihanilah Kami Dapat menggunakan rumusan umum  Doa Tobat  dilanjutkan dengan  Tuhan Kasihanilah Kami Dapat juga menggunakan rumusan pujian kepada Yesus dan memohon belas kasih-Nya yang dipadukan dengan  Tuhan Kasihanilah Kami Dapat juga menggunakan pemercikan air suci sebagai peringatan akan pembaptisan Diakhiri dengan seruan ...