Langsung ke konten utama

RTL UKM KMK UNINDRA 2026 SEMINAR DAN WORKSHOP "RUMAH KITA, BUMI KITA"

     UKM Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Indraprasta PGRI sukses menggelar RTL (Rangkaian Tindak Lanjut) Kaderisasi pada Sabtu, 25 Juli 2026. RTL Kaderisasi UKM KMK Unindra merupakan sebuah program kerja lanjutan dari kegiatan kaderisasi. Dalam RTL ini peserta kaderisasi merancang dan melaksanakan sebuah program kerja.

    RTL kaderisasi tahun 2026 ini menghasilkan sebuah program kerja yaitu Seminar dan Workshop dengan tema "Rumah Kita, Bumi Kita" dengan ayat pendukung dari Mazmur 24:1 "Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya." Tema tersebut menegaskan bahwa bumi adalah anugerah Tuhan yang dipercayakan kepada manusia untuk dipeliharadan dijaga. Oleh karena itu, setiap orang diajak untuk membangun kesadaran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan sederhana yang berdampak bagi keberlangsungan kehidupan bersama.

Acara yang dilaksanakan di Wisma Sahabat Yesus dihadiri oleh 33 peserta dan beberapa tamu undangan. Selain itu, hadir pula pembina UKM KMK dan Dosen Katolik Bapak Albertus Setyastanto, S. E., M. E.

    Kegiatan ini menghadirkan Sr. Irene OSU sebagai narasumber yang menyampaikan materi bertajuk "Pertobatan Ekologis: Keutuhan Alam Ciptaan". Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa menjaga keutuhan alam ciptaan merupakan tanggung jawab setiap manusia sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas bumi yang telah dipercayakan kepada kita. Beliau juga menekankan bahwa pertobatan ekologis tidak hanya sebatas memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan sikap dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan serta mengelola sampah secara bijak dan bertanggung jawab.


    Permasalahan sampah yang semakin meningkat, seperti di TPST Bantargebang, menunjukkan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan dan tingginya produksi sampah rumah tangga dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Oleh karena itu, solusi harus dimulai dari diri sendiri dan dari rumah melalui penerapan Strategi Tiga Pintu, yaitu mengurangi sampah sejak sebelum digunakan (reduce), menggunakan kembali atau memperbaiki barang yang masih layak (reuse), dan pengolahan daur ulang (recycle).

    Sampah perlu dipilah menjadi sampah organik, anorganik, dan B3 agar dapat dikelola dengan tepat. Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos atau eco-enzyme, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang. Selain itu, upaya pelestarian lingkungan juga dapat dilakukan dengan membuat lubang resapan biopori untuk meningkatkan penyerapan air dan mengurangi sampah organik.

    Pada akhirnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, setiap orang dapat berkontribusi dalam merawat bumi sebagai rumah bersama, sejalan dengan semangat Laudato Si' dan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta 2026.

    Selain Sr. Irene OSU, Bapak Sutarno turut menjadi narasumber dalam kegiatan RTL. Beliau menyampaikan materi bertajuk "Pertobatan Ekologis dalam Aksi: Mewujudkan Keutuhan Alam Ciptaan melalui Sikap Peduli kepada Sesama dan Alam Ciptaan." Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pertobatan ekologis merupakan perubahan sikap dan perilaku yang diwujudkan melalui kepedulian kepada Tuhan, sesama, dan seluruh alam ciptaan. Setiap orang diajak untuk membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan melalui sikap rendah hati, hidup sederhana, penuh kasih, serta bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam sebagai wujud nyata iman dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaannya dimulai dari kesadaran pribadi, keluarga, komunitas, hingga kerja sama dengan berbagai pihak. Pengelolaan sampah dilakukan melalui pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan sesuai jenis, serta pengolahan menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi, seperti kompos, maggot, biopori, eco-enzyme, dan bank sampah.

    Selain sesi materi, peserta juga mengikuti kegiatan Aksi Nyata yang dipandu oleh Ibu Veronica bersama tim Daoer Zenne. Dalam kegiatan ini, peserta dibagi ke dalam kelompok yang masing-masing terdiri atas lima orang untuk membuat kerajinan berupa vas bunga berbahan dasar tas spunbond bekas. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk mengolah barang yang masih layak pakai menjadi produk yang bermanfaat, sekaligus menumbuhkan kreativitas, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Diharapkan aksi nyata ini dapat menginspirasi peserta untuk menerapkan kebiasaan mengurangi sampah, memanfaatkan kembali barang bekas, serta mengembangkan semangat menjaga keutuhan alam ciptaan dalam kehidupan sehari-hari.




    Kegiatan RTL 2026 bertema "Rumah Kita, Bumi Kita" telah terlaksana dengan baik dan menjadi sarana bagi peserta untuk memahami pentingnya menjaga keutuhan alam ciptaan. Melalui penyampaian materi serta aksi nyata berupa pembuatan kerajinan dari tas spunbond bekas dan pengenalan eco-enzyme sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah organik, peserta diajak untuk menerapkan nilai-nilai pertobatan ekologis dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian, kreativitas, dan semangat untuk terus merawat bumi sebagai rumah bersama.



Penulis: Maria Oktafiani Anir

Editor: Maria Blanditia Due






Komentar

Postingan populer dari blog ini

TATA GERAK LITURGI dalam Perayaan Ekaristi

Tanda Salib Tanda salib memiliki tiga makna, yaitu : Pertobatan atas dosa-dosa manusia Perlindungan dari Yang Jahat Mengingatkan kita akan janji baptis kita: menolak setan, mengakui iman dalam Kristus, dan kita dibaptis dalam misterTritunggal Kudus Dalam membuat tanda salib, kita mengucapkan “Dalam nama Bapa (jari menyentuh dahi), dan Putra (jarimenyentuh perut), dan Roh Kudus (jari menyentuh bahu ). Amin” Terdapat dua cara dalam membuat tanda salib. Pertama , dari atas kebawah, lalu dari kanan ke kiri. Dari atas ke bawah memiliki makna Kristus turun dari surga ke bumi, dan dari orang Yahudi (kanan) ia menyampaikannya ke orang-orang non Yahudi (kiri). Kedua , dari atas ke bawah, lalu dari kiri ke kanan.Dari kiri ke kanan berarti dari penderitaan kita menyeberang menuju kemuliaan, seperti Kristus yang menyeberang dari kematian menuju kehidupan, dan darineraka ke surga. Cara membuat tanda salib inilah yang digunakan umat katolik ritus latin. Kapan tanda ...

KUMPULAN LAGU MISA

        Tuhan Membuat Indah Rm. Markus Yumartana Ref. Tuhan membuat indah          pada waktunya;         Tuhan membuat indah          pada waktunya. (2x) Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk mati; Ada waktu’ tuk menabur, ada waktu ‘tuk menuai. Tuk segalanya ada waktunya, Tuk semuanya ada waktunya. Ref. Ada waktu ‘tuk tertawa, ada waktu ‘tuk menangis, Ada waktu ‘tuk bekerja, ada waktu ‘tuk berlibur. Tuk segalanya ada waktunya. Tuk semuanya ada waktunya. Ref. ======================================================================== Kasungu Ma (Repetitif; Lagu Dayak Manyan) Kasungu ma, Tuhan Atala Ari’ pamelum takam, takam, takam. (Kerinduanku pada Tuhan, Dia penopang hidup selamanya) =======================================================================   Hari-hari Kita Ref. Hari-hari kita sperti rumput         Ilalang,     ...

TATA PERAYAAN EKARISTI

Pembukaan Perarakan Pastor/Imam  Selebran  dan pelayan lainnya menuju altar diiringi lagu pembukaan atau antifon pembukaan, pada hari raya dilakukan pendupaan. Tanda salib Selebran  membuka perayaan Ekaristi dengan memimpin  Tanda Salib Salam pembukaan dan Pengantar Perayaan ekaristi diawali dengan salam "Tuhan sertamu" ( Dominus vobiscum ) dan dijawab umat dengan "Dan sertamu juga" ( Et cum spiritu tuo ). Rumusan lainnya juga dipergunakan pada hari raya, ataupun pada misa biasa. Pengantar digunakan untuk mengarahkan umat pada inti dan misteri perayaan. Doa Tobat dan pernyataan   Tuhan Kasihanilah Kami Dapat menggunakan rumusan umum  Doa Tobat  dilanjutkan dengan  Tuhan Kasihanilah Kami Dapat juga menggunakan rumusan pujian kepada Yesus dan memohon belas kasih-Nya yang dipadukan dengan  Tuhan Kasihanilah Kami Dapat juga menggunakan pemercikan air suci sebagai peringatan akan pembaptisan Diakhiri dengan seruan ...