Langsung ke konten utama

KMK UNINDRA "Semangat Kebersamaan yang Mengatasi Segala Tantangan"

Sebuah sharing pengalaman, kesan dan pesan untuk KMK UNINDRA

***


Awal mengenal KMK UNINDRA bagi saya dimulai saat mengikuti kegiatan Alta Vide (Choir) di Wisma SY, Disana, saya bertemu dengan beberapa teman , yang kemudian saya ketahui berasal dari Universitas Indraprastra PGRI/ UNINDRA.

Saat itu masih belum banyak teman – teman KMK UNINDRA yang saya kenal, dan mungkin juga belum banyak yang “main” ke wisma SY. Setelah ngobrol-ngobrol dengan Emil dan Edi, saya akhirnya tau dimana kampus UNINDRA dan gambaran singkat mengenai KMK UNINDRA. Kesan pertama setelah ngobrol – ngobrol dengan mereka, saya berpikir bahwa antusiasme Mahasiswa Katolik disana cukup tinggi, ditengah segala tantangan dan keadaan yang ada.

Setelah itu, semakin hari semakin banyak teman – teman KMK UNINDRA yang mau main ke Wisma SY, dan saya semakin banyak mengenal teman – teman anggota KMK UNINDRA lainnya, satu kalimat yang terlintas dalam benak saya melihat kekompakan mereka dan rasa saling berbagi satu sama lain yang kerap kali terlihat dan saya dengar dari cerita beberapa teman – teman KMK UNINDRA (Edi, Emil, dan Magda) adalah mereka punya semangat dan militansi yang kuat dalam membentuk suatu komunitas katolik di kampus dan memperjuangkan keberadaan komunitas itu, baik dikampus, maupun di lingkup Pastoral Mahasiswa Keuskupan Agung Jakata – Unit Selatan (PMKAJ US).

Semakin banyak anggota KMK UNINDRA yang saya kenal, saya semakin merasa dekat dengan mereka, mulai dari bercanda bareng, makan bareng, nyanyi – nyanyi bareng dan banyak keseruan lainnya yang mereka coba hadirkan ditengah PMKAJ US, membuat saya yakin bahwa KMK ini punya keinginan untuk mengenal KMK – KMK lainnya di PMKAJ US dan menjalin hubungan yang harmonis di lingkup PMKAJ US. Partisipasi KMK UNINDRA yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, merupakan suatu bekal dan semangat saya juga dalam melayani bersama di PMKAJ Unit Selatan pada waktu itu.
 Bersama KMK UNINDRA di Retret Pengembangan Diri 2014

Keterbukaan, keceriaan, dan sikap supportif mereka membuat saya nyaman untuk main ke KMK UNINDRA, walaupun ada beberapa moment yang saya tidak bisa hadiri pada saat saya melayani sebagai Koordinator PMKAJ US saat itu, saya minta maaf. Hehehe. Saya mengibaratkan KMK ini sebagai rumah ketiga bagi saya setelah PMKAJ US, yang membuat saya betah berlama – lama dengan mereka, berdiskusi tentang peran mahasiswa katolik, sampai curhat mengenai perjuangan KMK UNINDRA untuk diakui di tingkat Universitas, dinamika internal, ataupun personal, dan komunikasi lainnya. Nilai – nilai inilah yang saya rasa penting untuk dipertahankan dalam konteks sejarah KMK, yakni keterbukaan, kekompakan dan keinginan untuk melayani satu sama lain, itulah ciri KMK ini menurut pandangan saya.

Saya secara pribadi merasa bangga atas militansi perjuangan KMK UNINDRA, dan mendapat banyak pengalaman dan pembelajaran berharga dari dinamika KMK UNINDRA selama saya mengenal dan berproses bersama di PMKAJ US. Tentunya, PMKAJ US pun akan membutuhkan peran KMK UNINDRA yang lebih lagi dalam rangka mengembangkan semangat pelayanan bagi Mahasiswa Katolik, untuk itu, saya mengajak teman – teman KMK UNINDRA untuk bersama membangun dan memberikan input positif dan konstruktif dalam menyalakan api semangat pelayanan satu sama lain.


Semua ini saya dapat simpulkan dalam satu kalimat, seperti yang telah saya tuliskan diatas, yakni, Semangat Kebersamaan yang Mengatasi Segala Tantangan. Saya berterima kasih pula kepada seluruh teman – teman KMK UNINDRA atas segala pengalaman yang bermakna bagi saya, dan terkhusus bagi sahabat – sahabat seperjuangan saya, Emil, Edi, dan Magda.

Terima kasih pula atas kesempatan untuk menuliskan beberapa hal terkait pengalaman, kesan dan pesan saya disini, tentu kita semua masih belajar untuk melayani satu sama lain, yang terpenting adalah adanya niat dan aksi untuk melayani dari diri kita untuk teman – teman, untuk KMK UNINDRA, dan masyarakat pada umumnya. Semangat dan semoga terus bertumbuh dalam pelayanan. Jesus leads you all guys!! Fire enkindles other fire!     


- Torganda Sitohang -
Koordinator PMKAJ Periode 2013-2014

PMKAJ CAN 2014

 Usai Misa Minggu Palma 2014

 Bersama Maria Magdalena
Ketua KMK UNINDRA periode 2014-2015









Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUMPULAN LAGU MISA

        Tuhan Membuat Indah Rm. Markus Yumartana Ref. Tuhan membuat indah          pada waktunya;         Tuhan membuat indah          pada waktunya. (2x) Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk mati; Ada waktu’ tuk menabur, ada waktu ‘tuk menuai. Tuk segalanya ada waktunya, Tuk semuanya ada waktunya. Ref. Ada waktu ‘tuk tertawa, ada waktu ‘tuk menangis, Ada waktu ‘tuk bekerja, ada waktu ‘tuk berlibur. Tuk segalanya ada waktunya. Tuk semuanya ada waktunya. Ref. ======================================================================== Kasungu Ma (Repetitif; Lagu Dayak Manyan) Kasungu ma, Tuhan Atala Ari’ pamelum takam, takam, takam. (Kerinduanku pada Tuhan, Dia penopang hidup selamanya) =======================================================================   Hari-hari Kita Ref. Hari-hari kita sperti rumput         Ilalang,                       Bergerak  kemana  angin meniup.                       Hari-hari kita sperti bunga di                    

Integritas: Satunya Kata dan Perbuatan

Semuanya berawal disini ! Ada rasa ingin berkumpul dan bertemu dalam ikatan kasih bersama  Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) . Kami melangkah dilorong-lorong yang gelap diantara mayoritas iman yang ada. Kini, KMK Universitas Indraprasta PGRI hadir tidak hanya menjadi lilin yang menerangi jalan, namun juga menuntun kami berjalan mencapai cahaya keimanan.  Pada 24 - 26 Agustus 2016, kami bersama memulai merangkul para sahabat seiman di lingkungan kampus melalui kegiatan Festival ORMAWA. Dan dari hasil pencarian itu, tercatat 51 Orang Mahasiswa Katolik terdata. Nampak jelas perasaan bahagia mereka saat kami menggoreskan nama-nama mereka kedalam daftar penerimaan mahasiswa baru untuk bergabung di mata kuliah agama Katolik. Cahaya wajah mereka juga terlihat memiliki kerinduan dan keinginan untuk berkumpul dan bertemu dengan saudara seiman dimana Keluarga Mahasiswa Katolik sendiri hadir sebagai wadah untuk menampung minat dan bakat mereka kedepan. Hal ini sesuai

TATA GERAK LITURGI dalam Perayaan Ekaristi

Tanda Salib Tanda salib memiliki tiga makna, yaitu : Pertobatan atas dosa-dosa manusia Perlindungan dari Yang Jahat Mengingatkan kita akan janji baptis kita: menolak setan, mengakui iman dalam Kristus, dan kita dibaptis dalam misterTritunggal Kudus Dalam membuat tanda salib, kita mengucapkan “Dalam nama Bapa (jari menyentuh dahi), dan Putra (jarimenyentuh perut), dan Roh Kudus (jari menyentuh bahu ). Amin” Terdapat dua cara dalam membuat tanda salib. Pertama , dari atas kebawah, lalu dari kanan ke kiri. Dari atas ke bawah memiliki makna Kristus turun dari surga ke bumi, dan dari orang Yahudi (kanan) ia menyampaikannya ke orang-orang non Yahudi (kiri). Kedua , dari atas ke bawah, lalu dari kiri ke kanan.Dari kiri ke kanan berarti dari penderitaan kita menyeberang menuju kemuliaan, seperti Kristus yang menyeberang dari kematian menuju kehidupan, dan darineraka ke surga. Cara membuat tanda salib inilah yang digunakan umat katolik ritus latin. Kapan tanda